Pages

Monday, January 13, 2014

MENYIAPKAN NUTRISI HIDROPONIK

FORMULA NUTRISI AB mix:

Nutrisi A plastik besar  + Nutrisi A Plastik kecil  + Air = 5 Liter --> Stok A (larutan pekat)

Nutrisi B plastik besar + Nutrisi B Plastik kecil  + Air = 5 Liter --> Stok B (larutan pekat)

Larutan siap digunakan = 1 liter air + 5 ml stok A + 5 ml stok B

Pupuk/Nutrisi Hidroponik A

Nutrisi hidroponik terdiri dari nutrisi vegetatif (A) dan nutrisi generatif (B) atau biasa disebut sebagai AB mix. Dalam keadaan pekat kedua nutrisi tidak boleh saling bercampur, karena akan menggumpal dan tidak larut dalam air. Sehingga nutrisi pekat A dan B harus disimpan ditempat terpisah.

Pupuk/Nutrisi Hidroponik B

Cara membuat larutan stok (Nutrisi hidroponik pekat):

Nutrisi dalam bentuk Garam A, dicairkan ke dalam 5 liter air. Siapkan jerigen 5 liter, isi dengan air sekitar 4 liter. Tuang air tersebut ke dalam ember lalu masukan nutrisi garam A aduk rata. Siapkan jerigen 5 liter, tuang nutrisi ke dalam jerigen, tambahkan air hingga 5 liter, kocok rata. Simpan sebagai larutan stok A.

Larutan pekat/ stok A
Lakukan hal yang sama dengan Garam B, simpan pada jerigen terpisah dan beri tanda B.
Jika nutrisi akan digunakan maka nutrisi pekat tersebut harus dicairkan kembali dengan perbandingan 1 liter air ditambahkan 5 ml A + 5 ml B.

Larutan pekat/stok B









Sunday, January 12, 2014

HIDROPONIK SISTEM WICKS

SEMAI DENGAN ROCKWOOL HINGGA PINDAH TANAM


1. Siapkan benih yang akan ditanam.
Benih Selada











2. Potong-potong rockwool ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm
Media tanam: Rockwool
















3. Ambil benih menggunakan tusuk gigi yang dibasahi
Benih selada
















4. Masukan ke dalam Rockwool, satu benih ke dalam satu potong rockwool (untuk kangkung dan bayam bisa 3 benih dalam satu potong Rockwool)

5. Semprot Rockwool menggunakan air tanpa nutrisi dengan spray  setiap hari, simpan ditempat teduh, tunggu hingga berkecambah.

Semprot semaian
















6. Setelah berkecambah segera pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Supaya bibit tumbuh dengan baik, batang tidak kutilang (etiolasi).

Setelah tumbuh hingga muncul daun sejati, tanaman berdaun 4 maka pindahkan ke media tanam sistem wicks. Dengan langkah sebagai berikut:

Larutan Nutrisi
Ambil ember, isi air sekitar 5 liter. Kemudian ambil nutrisi pekat A (Stok A) sebanyak 25 ml, aduk rata. Kemudian tambahkan nutrisi pekat B (Stok B) 25 ml dan aduk rata. Perbandingan Nutrisi adalah 5 ml A dan B dalam 1 liter air.


1. Siapkan bak plastik atau pot plastik, isi dengan larutan nutrisi sekitar setengahnya.

2. Ambil netpot dan masukan sumbu.
Masukan sumbu
















3. Basahi sumbu dengan air nutrisi.

Basahi sumbu
















4. Letakan styrofoam yang sudah dilubangi diatas bak plastik yang sudah berisi nutrisi. Letakan netpot ke dalam lubang styrofoam. Ambil rockwool yang berisi tanaman berdaun 4, letakan ke dalam netpot.

5. Letakan bak plastik pada area yang terlindung dari hujan, namun masih bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup.

6. Cek air nutrisi setiap minggu, jika berkurang segera tambahkan nutrisi. Jika tanaman sudah semakin besar cek air nutrisi 4 hari sekali, karena tanaman besar akan cepat sekali menghisap nutrisi. Dalam waktu 4-5 minggu setelah tanam, sayuran siap dipanen.










































Friday, January 10, 2014

PERSIAPAN HIDROPONIK SISTEM SUMBU (Wicks System Hydroponics)

Hidroponik sistem wicks sering menjadi pilihan bagi pemula, karena sangat mudah diaplikasikan dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit.

Peralatan yang diperlukan antara lain adalah wadah nutrisi, Netpot, styrofoam yang diberi lubang dan sumbu dari kain flanel.

Bak Plastik
Wadah nutrisi dapat berupa bak plastik, pot , box bekas es krim, box bekas chery, ember, botol bekas aqua, jarigen bekas, box styrofoam bekas buah anggur, dan lain sebagainya.
Jarigen Bekas
Pot segi panjang





Netpot dapat menggunakan netpot khusus hidroponik atau memanfaatkan gelas plastik bekas minuman, usahakan gunakan yang tidak bening. Gelas plastik bening memicu timbulnya lumut.





PERSIAPAN:

Ambil lembaran Styrofoam, lalu telungkupkan bak plastik diatasnya. Gunakan spidol untuk menggambar ukuran bak plastik, lalu potong Styrofoam mengikuti garis tersebut. Sehingga diperoleh ukuran Styrofoam yang pas sebagai tutup bak plastik.



Buat lubang pada Styrofoam yang berfungsi menggantung net pot. 
Ambil Styrofoam untuk persiapan pembuatan lubang.
Ukur jarak antar lubang sekitar 15 cm. Untuk melubangi Styrofoam gunakan kaleng sarden yg dipotong tutupnya kemudian dihaluskan dengan menggunakan asahan pisau lalu putar pada bagian yang akan dilubangi. Pilih kaleng sarden ukuran kecil yang diameternya mirip ukuran net pot.

Atau untuk melubangi styrofoam gunakan kawat yang dibentuk seukuran dengan netpot, lalu dipanaskan kemudian tancapkan ke styrofoam.

Pelubang styrofoam














Wednesday, October 9, 2013

TANAMAN HIDROPONIK

Sayuran apa sajakah yang bisa ditanam secara hidroponik?


Seledri
Kangkung

Hampir sebagian besar sayuran dapat ditanam secara hidrponik. Hidroponik sistem pasif seperti sistem wikcs/ sumbu dan sistem rakit apung, biasanya bagus untuk sayur-mayur yang dipanen dalam jangka waktu pendek antara 5-6 minggu. Karena dalam sistem pasif, akar akan terus terendam tanpa adanya sirkulasi air, sehingga untuk tanaman yang dipanen dalam jangka waktu yang panjang adakalanya terjadi gagal panen. Contohnya adalah tanaman cabe, tomat ataupun melon. Namun demikian ada juga yang sudah berhasil menanam buah melon dengan sistem wicks, dengan selalu memperhatikan tinggi air hanya sedikit merendam akar. Secara umum sistem wicks lebih mudah diterapkan pada tanaman dengan masa panen yang pendek. Contohnya adalah jenis selada, yang dapat dipanen 6 minggu setelah semai. Selada atau lettuce biasanya 2 minggu di persemaian, 2 minggu remaja dan 2 minggu di tempat pembesaran. Selain selada sayuran seperti: sawi, bayam, kangkung dapat dipanen sekitar 5-6 minggu.  

Khopay dan Seledri

Menyemai benih sayuran memiliki tantangan tersendiri. Beberapa sayuran seperti: selada, sawi, pakcoy, bayam dan kangkung relatif mudah sprout atau berkecambah  hingga tumbuh menjadi tanaman. Namun, adakalanya ada beberapa sayuran yang mungkin perlu perlakukan khusus, seperti Horenzo atau bayam Jepang. Sayur jenis ini agak sulit sprout. Tanpa ada benih yang sprout, berarti tidak ada tanaman yang bisa ditanam. Jenis lain, seperti: seledri dan cilantro/coriander juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sprout, harus sabar dalam menyemai dua jenis sayuran tersebut. 

Sayuran hidroponik dengan masa panennya pendek sangat mungkin ditanam secara hidroponik sistem pasif, seperti wicks dan rakit apung.

Lettuce Delicato dan Cilantro/daun ketumbar



Friday, September 13, 2013

HIDROPONIK, SEMAI DARI TANAH

Apakah semai dari media tanah masih bisa ditanam secara hidroponik? 

Jawabnya, tentu saja bisa. Sejak kenal dengan nutrisi hidroponik, semua tanaman pengennya ditanam secara hidroponik. Berikut adalah langkah-langkah pindah tanam dari semai di tanah ke media hidroponik.


Gambar1. Semai pada media tanah dan pupuk kandang

Pindah tanam dapat dilakukan setelah muncul daun sejati, ditandai dengan jumlah daun 4 lembar.
Contoh tanaman adalah bayam hijau, yang akan pindah tanam ke media hidroponik.

Gambar 2. Cuci bersih akar
Pindah tanam ke media hidroponik sistem wicks/sumbu:
  1. Gunakan sumpit bambu bekas untuk mencukil tanah bersama hasil semaian, usahakan agar akar tidak rusak.
  2. Cuci bersih akar
  3. Kemudian siapkan bak plastik isi dengan  air bersih dan tambahkan nutrisi hidroponik ABmix dengan tinggi air kurang lebih 1/2 bak. Pupuk hidroponik terdiri dari larutan pekat pupuk A dan larutan pekat pupuk B. Cara menggunakannya: 5 ml larutan pekat pupuk A dilarutkan kedalam 1 liter air bersih, lalu tambahkan 5 ml larutan pekat pupuk B dan aduk rata. 
  4. Siapkan netpot dan pasang sumbu dari kain flanel
  5. Celupkan/basahi sumbu kedalam bak plastik yang berisi larutan nutrisi hidroponik.
  6. Siapkan potongan rockwool ukuran 2 x 3 x 3 cm, kemudian basahi dengan mencelupkan sisi bagian atas lalu bagian bawah.
  7. Belah rockwool dengan pisau bergerigi atau gergaji besi atau gunting.
  8. Selipkan batang bayam kedalam belahan rckwool, namun akarnya diusahakan tetap menggantung.
  9. Taruh rockwool beserta tanaman ke dalam netpot, dan letakan kedalam styrofoam yang telah dilubangi. Styrofoam ini diletakan diatas bak plastik, sehingga posisi netpot menggantung, dengan sumbu menyentuh dasar bak plastik.
  10. Tanaman akan tumbuh semakin besar dan menyerap nutrisi, cek nutrisi 1 minggu sekali dan tambahkan nutrisi jika nutrisi hampir habis.

Gambar 3. Pasang sumbu pada netpot
Gambar 4. Celup sumbu ke dalam nutrisi
Gambar 5. Selipkan batang bayam ke dalam Rockwool