Pages

Friday, May 30, 2014

Tanam Strawbery secara hidroponik

Infus water strawberry
Strawbery adalah tanaman sub-tropis. Strawbery tetap bisa tumbuh dengan baik pada iklim tropis. Iklim tropis yang baik untuk tanaman strawbery antara lain: daerah dengan curah hujan 600-700 mm/tahun, lamanya penyinaran matahari yang dibutuhkan adalah 8-10 jam, suhu 17-20 derajat celcius, kelembaban udara 80-90%. Untuk memenuhi iklim tersebut strawbery cocok ditanam di dataran tinggi 1000-1500 dpal. Bagaimana dengan strawbery yang ditanam di dataran rendah? Apakah bisa tumbuh?
 
Strawbery organik di Pameran KOI 2013
Penampilan strawbery yang cantik selalu saja menggoda.  Di pameran KOI 2013, salah satu stand ada yang menjual strawbery dengan penampilan yang menawan; merah merona dan besar-besar. Penjualnya juga menjual tanaman strawbery, satu pot dihargari Rp. 50.000,-. Menurut penjualnya strawbery tersebut dibudidayakan di Garut di ketinggian 1500 dpal. Sebenarnya, saya agak tergoda ingin membeli tanamannya, namun setelah dipikirkan, saya tinggal di dataran rendah Bogor 160 dpal. Niat membeli tanaman tersebut saya urungkan. Saya lebih memilih membeli buahnya. 
 
Biji Strawbery

Biji strawbery terletak di luar, berupa bintik-bintik kecil disekujur buahnya. Iseng-iseng saya congkelin biji tersebut dengan pisau kecil. Biji-biji tersebut saya rendam, yang tenggelam saya sebar diatas cocopeat. Ternyata dari sebanyak itu biji, tak ada satupun yang tumbuh. Tangan udah lumayan pegel mencongkel, ternyata belum membuahkan hasil.
 
Mencongkel biji strawbery

Namun, tunggu dulu. Ternyata ada yang tumbuh dari pot lain. Ternyata ampas infus water yang saya buang ke pot pohon jambu banyak tumbuh strawbery. Infus water yang saya buat terdiri dari 7 buah strawbery diiris tipis, 2 irisan jeruk lemon dan 5 daun mint yang diiris kasar dimasukan kedalam 1,2 liter air. Lalu diamkan di kulkas selama 10 jam, baru bisa diminum airnya yang segar dan berubah warna merah dari strawbery. Mungkin karena biji strawbery dari ampas infus water telah mengalami perendaman dan disimpan ditempat yang dingin, maka biji tersebut bisa tumbuh.
 
Bibit Strawberry
Bibit Strawberry
Tanaman strawbery di pot pohon jambu sudah makin besar, tapi saya belum punya waktu buat memindahkannya. Sempat terpikir juga, “kalo dipindahkan mati gak yah?”. Rencananya strawbery tersebut akan saya tanam dengan sistem hidroponik. Dengan media cocopeat 100%. Cocopeat adalah serbuk dari kulit kelapa yang biasanya tersedia di toko pertanian.
 
Strawberry hidroponik media cocopeat
Setelah semua bahan yang dibutuhkan tersedia, kini saatnya memindahkan strawbery ke rumah barunya, pot-pot dengan media cocopeat. Strawbery dicongkel pada bagian tanahnya, agar akar tidak rusak, kemudian cuci bersih akar-akar tersebut dari tanah yang menempel, baru dipindahkan ke media cocopeat. Lalu rutin disiram nutrisi hidroponik AB mik untuk daun setiap hari sebanyak 500 ml, dengan kepekatan standart  ( 5 ml A + 5 ml B + 1 liter air). Setelah beberapa bulan (sekitar 2.5 - 3 bulan), strawbery mulai berbunga. Pada saat mulai berbunga ganti nutrisi hidroponik untuk buah (saya mengunakan nutrisi tomat) dengan takaran standart ( 5 ml A + 5 ml B + 1 liter air). Ternyata strawbery dapat tumbuh dan berbuah di dataran rendah 160 dpal Bogor. Namun perlu dicermati bahwa hasil buahnya tidak sebesar di dataran tinggi. Menurut pakar hidroponik Yos Sutiyoso, menanam strawbery secara hidroponik di dataran rendah masih menjanjikan, karena permintaan pasar masih tinggi, misalnya untuk dibuat selai.